Membesarkan Anak dalam Tuhan

TK dan Kelompok Bermain Happy Holy Kids Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, %22Visi & Misi Tk Happy Holy Kids Artery Pondok Indah%221
Berlawanan dengan pendapat kebanyakan orang, anak bukanlah malaikat 
cilik. Alkitab mengatakan bahwa anak yang dibiarkan akan mempermalukan 
ibunya (Amsal 29:15). Hal ini terjadi karena kebodohan mengikat hati 
seorang anak (Amsal 22:15). Mereka adalah anak yang dimurkai (Efesus 2:3). 
Mereka terpisah (dari Allah) semenjak dari kandungan ibu (mazmur 51:5, 58:3). 
Secara natural, anak tidak berlaku benar, sesungguhnya 
perilakunya berlawanan dengan kebenaran.

Konsekuensinya adalah kita menolong mereka untuk memilih yang benar, 
belajar melakukan hal yang benar, dan hidup sesuai dengan jalan yang 
benar. Allah mengatakan bahwa mereka perlu didisiplin. Disiplin 
mengarah kepada penguatan keinginan belajar, dengan memakai struktur 
atau belajar dengan sungguh-sungguh.

Allah mengatakan bahwa jika ingin membuat anak bertumbuh dalam hal 
yang benar, engkau harus membuat hal itu bijaksana bagi mereka agar 
dapat ditaati. Ketika anak tidak mau menuruti perintah, engkau harus 
mendisiplin mereka untuk melakukan hal yang benar. Hal ini penting 
untuk diperhatikan bahwa hanya ada satu jenis disiplin yang dapat 
dipakai untuk memelihara anak kita. Kita memelihara anak kita ke dalam 
disiplin Tuhan.

Disiplin Tuhan merupakan disiplin yang telah diajarkan dalam Alkitab. 
Kitab Amsal mencantumkan cara mendisiplin anak. Lebih jauh lagi, 
disiplin dari Tuhan menunjuk pada cara Allah mendisiplin anak-anak-
Nya. Dalam Ibrani 12, Allah mendisiplin orang yang sungguh menjadi 
anak-Nya melalui iman kepada Yesus Kristus. Kesimpulannya, mendidik 
anak dalam disiplin Tuhan berarti menggunakan disiplin yang dipakai 
Tuhan (kepada orang Kristen) untuk anak, atau seperti yang dinyatakan-
Nya dalam firman-Nya. Karena begitu melimpahnya materi dalam Alkitab 
mengenai disiplin, kita tidak mungkin melakukannya dengan seluruh 
tenaga seperti dalam buku petunjuk ini.

Secara singkat, dapat dituliskan beberapa prinsip yang harus dilakukan 
dalam melatih disiplin Tuhan, yaitu: 
1. Batasan yang jelas perlu dibuatkan bagi anak (Amsal 29:15; Keluaran 20:1-17). 
2. Hindarkan peraturan yang dapat menimbulkan bahaya yang tidak diketahui. 
3. Pastikan anak mengerti peraturan dan aturan yang dibuat. Kita harus 
   menuliskan peraturan yang lebih lanjut kepada mereka. 
4. Diskusikan dengan anak untuk menerangkan apa yang mereka pikirkan tentang 
   peraturan tersebut.

Diambil dan disunting dari:
Judul buku: Ayah Anak Cucu
Penulis: Julianto Simanjuntak, Roswitha Ndraha, dan Taliziduhu Ndraha
Penerbit: Layanan Konseling Keluarga dan Karir (LK3), 2008
 

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


×